Peningkatan Pemahaman Konsep Melalui Model CoCoAER Berbasis Scientific Approach pada Siswa SMPN 1 Darussalam

Mutiara Fajri, Zainuddin Zainuddin, Abdul Hamid, Muhammad Syukri

Abstract


Rendahnya pemahaman konsep fisika ini disebabkan oleh banyaknya miskonsepsi siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menerapkan model pembelajaran yang inovatif salah satunya model CoCoAER. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep melalui model CoCoAER berbasis Scientific Approach pada siswa SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain Pre Experimental Design dengan pola One Group Pretest-Posttest, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-3 yang berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri atas non-tes (RPP, LKPD, Lembar pengamatan guru dan lembar respon siswa) dan intrumen tes (tes pemahaman konsep). Teknik pengolahan data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif serta perhitungan N-Gain Score. Hasil analisis data dikelompokkan menjadi 3 yaitu analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil analisis kevalidan diperoleh dari instrument non-test dan tes dengan kategori valid (V). Sementara hasil analisis kepraktisan rata-rata tergolong dalam kategori sangat baik (SB). Sedangkan hasil analisis keefektifan melalui model CoCoAER berbasis Scientific Approach tergolong dalam kategori tinggi. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model CoCoAER berbasis Scientific Approach dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa SMPN 1 Darussalam dengan score N-Gain 0,75.
Kata kunci: Pemahaman konsep, Model CoCoAER dan Scientific Approach


Full Text:

PDF

References


Amrizal, Wahyu. 2019. “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 2 Banjar Tahun Pelajaran 2018/2019”. Skripsi. Pendidikan Fisika. Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.

Druxes, Herbert. 1986. Kompedium Diidaktik Fisika. Bandung: Remaja Karya.

Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kutluay. Y. 2005. Diagnosis of elevent grade students misconceptions about geometric optic by a three-tier test. A Thesis Submitted To The Graduate School Of Natural And Applied Sciences Of Middle East Technical University.

Mundilarto. 2002. Kapita Selekta Pendidikan Fisika. Yogyakarta: FMIPA UNY.

Sadia, W. 2014. Model-model Pembelajaran Sains Konstruktivistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Siyoto, S. Sodik, A. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Slavin, R. E. 2011. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (mix methods). Bandung: Alfabeta.

Ula, Sidratil. Safitri, Rini. Saminan. 2018. “The Analysis Of Laboratory Use Toward Physics Learning Result At Senior High Schools in Banda Aceh”. Unnes Science Education Journal. 7(2):164.

Zainuddin. 2018. “Model pembelajaran CoCoAER Untuk Mencegah Timbulnya Potensi Miskonsepsi/Miskonsepsi (PMK/MK) Siswa SMA”. Disertasi. Pendidikan Sains, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.

Moreno, R. 2010. Educational Psichology. New Mecico. John Wiley & Sons, Inc




DOI: https://doi.org/10.32672/jsa.v10i2.4077

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :