ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEMBUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT TINGKAT II ISKANDAR MUDA BANDA ACEH TAHUN 2018

Masyudi Masyudi, Rini Syafriyana, Yulidar Yulidar, Husna Husna, Burhanuddin Syam

Abstract


Pada tahun 2015 ditemukan jumlah kasus tuberkulosis sebanyak 330.910 kasus, meningkat bila dibandingkan semua kasus tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2014 yang sebesar 324.539 kasus. Permasalahan di lokasi penelitian adalah rendahnya kesembuhan tuberculosis paru di Rumah Sakit tingkat II Iskandar Muda tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan, pendidikan, peran keluarga dan kepatuhn minum obat. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan penderita tuberculosis Paru di Rumah Sakit tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 orang dan sampel penelitian berjumlah 32 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 04-07 Februari 2019. Hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh antara pengetahuan, sikap, pendidikan, dukungan sosial dan lingkungan terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis Paru di Rumah Sakit tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh dan ada pengaruh kepatuhan minum obat terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis Paru di Rumah Sakit tingkat II Iskandar Muda Banda Aceh dengan p 0,021. Disarankan kepada petugas Rumah sakit meningkatkan upaya dalam memberikan pengertian lebih lanjut kepada pasien TB tentang pentingnya kepatuhan dan keteraturan minum obat.


Full Text:

PDF

References


Abdul, H., 2015, Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Pasien Terhadap Keteraturan Pengobatan Tb Paru di Puskesmas Wangon I Banyumas, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PSYCHOIDEA/article/view/1564/1305+ &cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id [3 Februari 2019].

Aditama, 2005, Tuberkulosis dan Kemiskinan, FK Universitas Indonesia, Jakarta, http://mki.idionline.org/ index.php?uPage=mki.mki &sp=public&key=OC0z [14 September 2018].

Bagoes, W., 2006, Pengaruh Karakteristik, Pengetahuan Dan Sikap Petugas Pemegang Program Tuberkulosis Paru Puskesmas Terhadap Penemuan Suspek TB Paru Di Kabupaten Blora, PKIP FKM Undip, https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jpki/article/view/2815/2500

Februari, 2019].

Carolus, ST., 2017, Tuberkulosis Bisa Disembuhkan, Cetakan Pertama, Jakarta: PT.Gramedia.

Darliana, 2011, Manajemen Pasien Tuberkulosis Paru, Banda Aceh: FK Unsyiah,. http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/article/viewFile/6356/ [30 November, 2018].

Edisyah, 2018, Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penderita Tuberkulossis Paru Dalam Program Pengobatan Tuberkulosis Paru, Medan, http://ojs.stikes-imelda.ac.id/index.php/jilki/article/view/133 [3 Februari, 2019].

Gultom, 2005, Ilmu Penyakit Dalam, Cetakan Kedua, Jakarta: Rineka Cipta.

Hadifah, 2015, Pemenuhan Tugas Pengawas Menelan Obat (PMO)Bagi Penderita Tuberkulosis (Tb) Sebagai Indikator Penyakit Menular di Puskesmas Kota Sigli Kabupaten Pidie, Banda Aceh: Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh, http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/sel/ article /download/4684/4180 [22 Desember, 2018].

Bagiada., 2016, Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien TB Paru yang Rawat Jalan di Jakarta Tahun 2014, Jakarta, https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/view/1751/1946 [2 Februari, 2019].

Ivan, P.S., 2015, Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Andalas Kota Padang, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/354/309

Februari, 2019].

Kemenkes RI, 2011, Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, Jakarta.

Kemenkes RI, 2015, Profil Kesehatan Indonesia, Jakarta.

Kemenkes RI, 2017, Kebijakan Program Penanggulangan Tuberkulosis, Jakarta.

Kuswandi, 2016, Mengenal Anti Tuberkulosis, Yogyakarta: Tim Penulis.

Manalu, 2009, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian TB Paru dan Upaya Penanggulangannya, Jakarta, https://Fmedia.neliti.com/media publications%2F77451-ID-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kejadian.pdf [5 Desember, 2018].

Media, 2011. Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat tentang Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru Di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat. Peneliti Bappeda Sumatera Barat. Media Litbang Kesehatan Volume 21 Nomor 2 Tahun 2011.

Muniroh N, 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat, (Online). Semarang: Jurnal Keperawatan Komunitas 1(1): 33-42

Naga S. Sholeh, 2014, Ilmu Penyakit Dalam, Cetakan Kelima, Yogyakarta: DIVA Press.

Nizar, 2010, Pemberantasan dan Penanggulangan Tuberkulosis, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Niviasari, 2015. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal kesehatan masyarakat (e-Journal) Volume 3, Nomor 3, April 2015.

Nuha. Muniroh, 2013, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Penyakit Tuberculosis (TBC) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat, Semarang, https://jurnal.unimus.ac.id /index.php/JKK/article/view/923/975 [2 Februari, 2019].

Pratiwi, 2006. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kesembuhan Pengobatan TB Paru di Kabupaten Kudus Tahun 2004. Fakultas ilmu keolahragaan Jurusan ilmu kesehatan masyarakat.

Rachmawati, 2006. Pengaruh Dukungan Sosial dan Pengetahuan Tentang Penyakit TB Terhadap Motivasi untuk Sembuh Penderita Tuberkulosis Paru yang Berobat di Puskesmas. Peneliti Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan. Bulletin Penelitian Sistem Kesehatan, Volume 9 Nomor 3 Juli 2006: 134-141.

Rahayu, 2015, Pengertian Rumah Sehat, Jakarta.

http://seputarpengertian./2015/10/pengertian-rumah-sehat .html [22 Desember 2018].

Retni, 2010. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Tingkat Kesembuhan Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Umbulharjo II Yogyakarta. Program Studi Ilmu Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu ‘Aisyiyah. Yogyakarta.

Sari, 2014. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien TB Paru yang Rawat Jalan di Jakarta Tahun 2014. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Balitbangkes, Kemenkes RI. Media Litbangkes, Vol. 26 No. 4, Desember 2016, 243–248.

Sarwani D, 2012. Faktor Risiko MultiDrug Resitant Tuberculosis. Purwekerto: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 (60-66)

Savitri, 2017, Apa Itu TB (Tuberkulosis), Jakarta: Hello Sehat. https://hellosehat.com/penyakit/tbc-tuberculosis [22 Desember, 2018].

Subhakti, K.A, 2014. Hubungan dukungan keluarga dengan tindakan penderita TB paru melakukan kontrol ulang di Puskesmas Sidomulyo. Pekanbaru: UR

Werdhani, 2002, Patofisologi, Diagnosis dan Klasifikasi Tuberkulosis, Jakarta: FKUI, http://staff.ui.ac.id/retno.asti/material/patodiagklas.pdf 29 November, 2018].

Zeenot, S, 2013. Pengelolaan dan Penggunaan Obat Wajib Apotek. Yogjakarta :D-Medika


Refbacks

  • There are currently no refbacks.