PENGARUH PENGGUNAAN TAUGE (Phaseolus radiatus) SEBAGAI SUMBER NITROGEN ALTERNATIF DALAM PEMBUATAN NATA DE COCO

Nurul Akmal, Muhammad Ridhwan, Fani Maulidia, Irdalisa Irdalisa

Abstract


Penelitian mengenai “pengaruh penggunaan tauge (Phaseolus radiatus) sebagai sumber nitrogen alternatif dalam pembuatan nata de coco .Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 September sampai dengan 20 November 2019.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tauge (Phaseolus radiatus) sebagai sumber nitrogen alternatif dalam pembuatan nata de coco.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu  PO  :  Air kelapa tanpa penambahan sumber nitrogen , P1 : Air kelapa  + Touge 175 g/L, P2 : Air kelapa + Touge 200 g/L, P3 : Air kelapa + Touge 225 g/L, P4 : Air kelapa  + Touge 250 g/L, . Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis ANAVA ketebalan nata de coco pada hari ke 7 menunjukkan nilai Fhitung sebesar12,38 dan Ftabel yaitu 6,94 (Fhitung>Ftabel), artinya penambahan touge sebagaisumber nitrogen alternatif dalam pembuatan nata de coco berpengaruh signifikan terhadap ketebalan nata de coco. Berdasarkan analisis ANAVA pada ketebalan nata de coco hari ke 14 menunjukkan nilai Fhitung sebesar44,61 dan Ftabel yaitu 6,94 (Fhitung>Ftabel), artinya penambahan touge sebagaisumber nitrogen alternatif dalam pembuatan nata de coco berpengaruh signifikan terhadap ketebalan nata de coco. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tauge (Phaseolus radiatus) sebagai sumber nitrogen berpengaruh terhadap ketebalan nata de coco.

 


Keywords


Phaseolus radiatus, sumber nitrogen, nata de coco

Full Text:

PDF

References


Berbeda. Skripsi Jurusan BiologiFMIPA. Universitas Negeri Padang.

Anggrahini. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Anonim. 2004. Nata de coco yang kaya akan serat. Departemen Teknologi Pangan dan Gizi-IPB.http://www.kompas.com.

Ardiawan, 2011.Manfaat Tanaman Kelapa. http://prospek-danmanfaat-tanamankelapadi.html.Diakses tanggal 30 November 2012.

Astawan, M. 2004. Nata de Coco yang kaya Serat.Kompas Cyber Media-Kesehatan. Jakarta.

Astawan, M. 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Jakarta: Penebar Swadaya.

Campbell, N.A. Jane B. Reece and Lawrence G. Mitchell. 2000. Biologi. edisi 5. jilid 3. Alih Bahasa: Wasman manalu. Erlangga. Jakarta.

Dwidjosoeputro, D. 1978. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia. Jakarta.

Hasnunidah, Neni. 2011. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung. Bandar Lampung

Hayati. 2003. Membuat Nata deCoco. Adicita Karya Nusa, Jakarta

Koswara, S. 1992. Teknologi Pengolahan Kedelai. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Kresnawaty, I.,A. Syeda ., Suharyanto. &P.Tri. 2008. Optimisasi dan Pemurnian IAA yang Dihasilkan Rhizobium sp.dalam Medium Serum Lateks dengan Suplementasi T ript ofandari Pupuk Kandang. Menara Perkebunan.76(2): 74-82.

Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Diah, R.L dan Sumaryono. Ui Press. Jakarta

Maulana, A. I.. 2010. Pengaruh Ekstrak Tauge (Phaseoulus radiates) Terhadap Kerusakan Sel Ginjal Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Parasetamol. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Nurdin., 2006. Pengaruh ekstrak kecambah kacang hijau sebagai sumber nitrogen padapemanfaatan limbah tahu Teknologi dan Kejuruan,Penebar Swadaya, Jakarta.

Palungkun, R., 2004. Aneka Produk Olahan Kelapa. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pambayun, R, 2002, Teknologi Pengolahan Nata De Coco. Yogyakarta, Kanisius.

Pembayun, Rindit. 2002. Teknologi Pengolahan Nata De Coco.Kanisius.

Plantamor. 2008. Kacang Hijau.http://www.plantamor.com/plantsearch=klasifikasi kacang hijau. Diakses pada tanggal 4 April 2009.Kozlowski, 1972: 1).

Purnomo, H. 1995. Aktivitas Air dan Pemanfaatannya dalam Pengawetan Pangan.UI-Press. Jakarta.

Purwono dan R. Hartono. 2008. Kacang Hijau. Penebar Swadaya, Jakarta Gardner, F.P: R.B.

Salisburry and C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung

Sitompul, S.M., dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Penerbit Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Susilawati, E., dan Eka.(2000).Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan: Pusat PenelitianKelapa Sawit. Hal.80 – 81.

Syofnida, Lona. 2007. Pengaruh Berat Tauge Sebagai Sumber Nitrogen Terhadap MutuNata de Coco. Skripsi Jurusan Biologi FIMPA. Universitas Negeri Padang.

Tarwiyah, Kemal. 2001. Minyak Kelapa. Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat. http:// warintek.ristek. go. id. Diaksestanggal 1 Juni 2008.

Tirono, M. dan Ali Sabit.“Efek Suhu pada Proses Pengarangan terhadap Nilai Kalor Arang Tempurung Kelapa (Coconut Shell Charcoal)”.Jurnal Neutrino. No. 2, Vol. 2. 2011.

Warisno, 2004, Mudah dan Praktis Membuat Nata de Coco, Media Pustaka, Jakarta




DOI: https://doi.org/10.32672/jbe.v8i2.2365

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Nurul Akmal, Muhammad Ridhwan, Fani Maulidia, Irdalisa Irdalisa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Diterbitkan oleh:

Program Studi Pendidikan Biologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Serambi Mekkah

Email: jurnalbiologieducation@serambimekkah.ac.id

 Alamat:

Jl. Unmuha, Batoh, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh 23245