MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP PECAHAN MELALUI BENDA MANIPULATIF

Muhamad Saleh Muhamad Saleh

Abstract


Abstrak.
Materi matematika sekolah didominasi oleh materi yang abstrak. Materi yang abstrak lebih sukar bagi siswa untuk memahaminya, baik siswa pada sekolah dasar dan tidak tertutup kemungkinan bagi siswa pada level yang lebih tinggi. Kenyataan ini dapat kita lihat ketika siswa menemui kesulitan memahami materi yang disajikan dengan abstrak. Mereka dapat keluar dari kesulitan ketika diberikan situasi yang lebih konkret. Untuk itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang lebih konkret, terutama ketika siswa baru berhadapan dengan masalah atau tugas yang ingin diselesaikan. Pembelajaran matematika realistik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menghadapkan siswa kepada masalah yang lebih konkret, sehingga masalah yang mereka hadapi lebih mudah dipahami oleh siswa. Ketika siswa secara individual melakukan proses belajar pecahan yang diwujudkan lebih konkret dengan menggunakan benda manipulatif, mungkin saja antara satu siswa dan siswa yang lain memerlukan waktu yang berbeda. Untuk itu perlu diberikan kesempatan yang luas kepada sesama siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara berkolaborasi dengan melaksanakan pembelajaran model kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistic akan menghasilkan siswa yang memahami konsep dan proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik karena siswa diajak bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan secara konkret. Pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistik adalah suatu pembelajaran yang mengintegrasikan kooperatif dengan realistic, sehingga siswa merasakan makna dari apa yang dia lakukan. Proses pembelajaran tidak diawali langsung dengan menggunakan simbol-simbol bilangan, namun, setelah siswa memahami konsep tingkat konkret tentu pada level yang lebih tinggi siswa pada akhirnya tanpa menggunakan manipulatif. Kegiatan belajar secara bersama dalam kelompok dapat membantu siswa memahami masalah yang mereka hadapi dan memungkinkan siswa bekerja sesuai dengan jalan pikiran mereka sendiri. Melalui cara ini mengakibatkan, siswa memiliki kesan yang ”berkualitas” karena mereka mengalami langsung dalam menemukan konsep matematika yang dihadapkan dan mereka pelajari.


Kata kunci: Pecahan, realistik, manipulatif, kooperatif

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Capraro, Robert M., Emilie A. Naiser, and Wendy E. Wright. "Teaching fractions: strategies used for teaching fractions to middle grades students." Journal of Research in Childhood Education 18.3 (2004): 193+. Gale Education, Religion and Humanities Lite Package. Web. 29 Oct. 2013.http://go.galegroup.com/ps/i.

do?id=GALE%7CA116669570&v=2.1&u=kpt01029&it=r&p=GPS&sw=w&asid=fafaf1dfcca89ff0deb75b6670e5c27b.

Caswell, Rosemaree. "Fractions from concrete to abstract using playdough mathematics: Rosemaree Caswell guides us through an approach to developing a sound understanding in fractions by linking concrete models and written notations." Australian Primary Mathematics Classroom 12.2 (2007): 14+. Gale Education, Religion and Humanities Lite Package. Web. 29 Oct. 2013.http://go.galegroup.com/ps/i.do?id=GALE%7CA166935345&v=2.1&u=kpt01029&it=r&p=GPS&sw=w&asid=f2227c7efaf7f51a43051d4122c13274

Dahar, R.W. 1988. Teori-teori Belajar. Dirjen Dikti, Jakarta.

George Brown and Robert J. Quinn. Investigating the relationship between fraction proficiency and success in algebra. Australian Mathematics Teacher. 63.4 (Winter 2007) p8.

Ibrahim, M dkk. 2000. Pembelajaran Koopearitf. Universitas Negeri Surabaya, University Press.

Marpaung, Y. 2001. Prospek RME untuk pembelajaran matematika di indonesia. Makalah disajikan pada seminar nasional “Realistics Matheamatics Education (RME)”. Surabaya: Jurusan Matematika FMIPA Unesa, 24 Februari 2001.

Morge, Shelby P. 2011. "Helping children understand fraction concepts using various contexts and interpretations." Childhood Education 87.4 : 282+. Gale Education, Religion and Humanities Lite Package. Web. 29 Oct. 2013. http://go.galegroup.com/ps/i.do?id=GALE%7CA254482618&v=2.1&u=kpt01029&it=r&p=GPS&sw=w&asid=60eec8a022554eb3a85faddec1edea12

Soedjadi. 1999/2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jakarta:Depdiknas.

Suparno.1997. Filsafat Konstruktivis dalam pendiddikan. Cetakan ke-5, Yogyakarta. Penerbit kanisius

Utari Sumarmo. 1987. Kemampuan Pemahaman Dan Penalaran Matematika Siswa SMA Dikaitkan Dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur Proses Belajar-Mengajar. Disertasi UPI Bandung. http://digilib.upi.edu/digitalview.php?digital_id=1135




DOI: https://doi.org/10.32672/si.v17i2.544



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Indexing By :

 

 

   

     

     

   

 

Supported