ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MELALUI HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS)

Irma Aryani, Maulida Maulida

Abstract


Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi proses berpikir kritis, kreatif, logis, reflektif, dan metakognitif. Berdasarkan tujuan kurikulum 2013, soal-soal matematika harus mengintegrasikan HOTS. Soal kategori Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah berbasis permasalahan kontekstual yang menuntut siswa berpikir kreatif dan kritis dalam mengkreasi ide atau gagasan, memecahkan masalah, mengambil keputusan, mengevaluasi, dan menganalisis dengan cara yang bermakna. Adapun indikator untuk mengukur kemampuan HOTS adalah siswa dapat menggunakan keterampilan berpikir analisis, evaluatif, kreatif, kritis, dan berpikir logis untuk memecahkan masalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengalisis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara yang disusun berdasarkan indikator HOTS. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan kesalahan-kesalahan yang beranekaragam dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS, meliputi kesalahan dalam memahami perintah soal, kesalahan dalam mengaitkan menghubungkan suatu fakta dari satu konsep ke konsep lain, kesalahan dalam menulis, mengkonstruksi, mengkreasi ide, konsep, rumus, atau cara menyelesaikan masalah, dan tidak (kesalahan) menarik kesimpulan. Penyebab kesalahan tersebut diantaranya adalah sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan keterampilan berpikir tingkat tingginya.

Keywords


Analisis, kesalahan, keterampilan, menyelesaikan soal

Full Text:

PDF

References


• Abdurrahman, M. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

• Ainun, N., Almukarramah, Roslina, and Asri, K. 2018. Upaya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Himpunan. Jurnal Serambi Ilmu. 19 (2), pp 188-196.

• Anderson, L. W., and Krathwohl, D. R. (Eds.). 2001. A taxonomy for learning, teaching and assessing: A revision of Bloom's Taxonomy of educational objectives: Complete edition, New York : Longman.

• Brookhart, S. M. 2010. How to Assess Higher - Order Thinking Skill in Your Classroom, Virginia: ASCD.

• Cañas, A. J., et. al. 2017 . Developing Higher - Order Thinking Skills with Concept Mapping: A Case of Pedagogic Frailty. Knowledge Management & E-Learning, 9 (3), pp 348–365.

• Farida, Nurul. 2015. Analisis Kesalahan Siswa SMP Kelas VIII dalam Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Matematika. Jurnal Aksioma, 4 (2), pp 42-52.

• Harosid, H. 2017. Kurikulum 2013 Revisi 2017. Retrieved from http://aseptiana-parma wati.dosen.stkipsiliwangi.ac.id/files/2017/10/GAMBARAN-UMUM-K13-REVISI-2017.pdf., diakses 20 Maret 2019.

• Heong, Y. M., Widad, J., Kiong, Tee Tze, and Razali, M. 2011. The Level of Marzuno Higher Order Thinking Skills among Technical Education Students. International Journal of Social Science and Humanity, 1 ( 2 ), pp 121 - 125.

• Ibrahim, Akmal, N., Marwan, and Hasan, S. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Serambi Ilmu, 19 (2), pp 120 - 131.

• Kamarullah. 2017. Pendidikan Matemaika Di Sekolah Kita. Jurnal Alkhwarizmi, 1 (1), pp 21-32.

• Kemendiknas. 2003. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

• King, F. J., Goodson, L. and Rohani, F. 2004. Higher Order Thinking Skill. A publication of the Educational Services Program, now known as the Center for Advancement of Learning and Assessment.

• Kurniati, D., et. al. 2016. Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Di Kabupaten Jember dalam Menyelesaikan Soal Berstandar PISA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 20 ( 2), pp 142 -155.

• Krathwohl, D. R. 2002. A Revision of Bloom’s Taxonomy: An Overview. Theory Into Practice, 41 (4), pp 212 - 218.

• Layn, R. M., and Kahar, S. M. 2017. Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika. Jurnal Math Educator Nusantara (JMEN), 03 (2), pp 59 – 145.

• Moloeng, L., J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosdakarya.

• Rofiah, E., et. al. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Higher Order Think ing Sk ill ( HOT S) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpik ir Kritis Siswa Kelas VIII SMP/ MTs. Jurnal Pendidikan IPA (Inkuir i) , 7 (2), pp 285-296.

• Roslina, Ainur, N., and Setiawati, Sri. 2018. Pembelajaran Pemecahan Masalah pada Materi Bangun Datar Pada Siswa SD. Jurnal Serambi Ilmu, 19 (1), pp 50 - 56

• Rubin, J., and Rajakaruna, M. 2015. Teaching and Assessing Higher Order Thinking in the Mathematics Classroom with Clickers. ISER P ublications: Mathematics Education, 2015, 10 (1), pp 37-51

• Ulifa, S. N., and Effendy, Z. 2014. Hasil Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Relasi. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo. 2 (1), pp, 123 - 133.

• Shid iq, A. S., et. al. 2014. Pengembangan Instrumen Penilaian Two-tier Multip le Choice untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi ( Higher Order Thinking Skills ) pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Jurnal Pendidikan K imia, 3 (4), pp. 83-92

• Soedjadi. 2000. Kiat Pendidikan Matematika Indonesia. Jakarta: Depdiknas




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Indexing By :

 

 

   

     

     

   

 

Supported