GAMBARAN RISIKO STRES KERJA PADA GURU KELAS 6 SD NEGERI SE-KECAMATAN BANYUWANGI

jeacquelyne panorama perwiraningsih

Abstract


Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Responden penelitian ini terdiri dari 39 orang guru kelas 6 se-Kecamatan Banyuwangi. Risiko stres kerja dan beban kerja mental diidentifikasi menggunakan instrumen kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman Corelation Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,5% guru mengalami risiko stres kerja tinggi, 15,4% guru dengan risiko stres kerja sedang, dan 33,3% guru dengan risiko stres kerja rendah. Guru dengan jenis kelamin perempuan dengan rentang usia 52 – 59 tahun lebih memiliki kecenderungan untuk mengalami risiko stres kerja. Kemudian terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan beban kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar guru kelas 6 merasakan beban kerja yang sangat tinggi, sehingga guru cenderung mengalami risiko stres kerja tinggi pula. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pihak sekolah hendaknya melakukan rotasi kerja pada guru yang memiliki usia diatas 52 tahun untuk mengajar kelas selain kelas 6, menggerakkan guru-guru muda yang berkompeten untuk mengajar kelas 6 dan merekomendasikan kepada Kepala Sekolah untuk mengadakan rekreasi usai ujian nasional berlangsung agar stres kerja yang dialami guru tidak meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.

Keywords


beban kerja; guru kelas 6 SD Negeri; risiko stres kerja

References


Health and Safety Executive. 2017. Work-related Stres, Depression or Anxiety Statistics in Great Britain 2017. [pdf] London: Health and Safety Executive. Tersedia di: www.hse.gov.uk/statistics/causdis/stres/stres.pdf [diakses tanggal 13 November 2018].

Yousef, Fatemah, Alireza, Soudabeh, dan Karim. 2015. Study on Mental Workload of Teachers and Its Correlation with Their Quality of Life. JEM. 5(2): 144-149.

New Zealand Council for Education Reaserch. 2002. Secondary Teacher Woarkload Study Report: Research and Evaluation. New Zealand Ministry of Education.

Precey, M. 2015. Cohort Study on Clustering of Lifestyle Risk Factor and Understanding its Association With Stress on Health. Educator Stress.

Sellen. 2016. Teacher Workload and Proffesional Development in England’s Secondary School: Insight from TALIS. London: Education Policy Institute. Tersedia di: www.epi.org.uk [diakses tanggal 20 Oktober 2018].

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional.

Ansori, R. R., dan Martiana, T. 2017. Hubungan Faktor Karakteristik Individu dan Kondisi Pekerjaan Terhadap Stres Kerja Pada Perawat Gigi. The Indonesian Journal of Public Health, [e-journal] 12(1): pp.75-84. Tersedia di: [diakses tanggal 9 Mei 2019].

Karima, A. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja di PT X tahun 2014.

Ibrahim, H., Munawir, A., dan Githa N.Y. 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Factory 2 PT. Maruki Internasional. Makasar: ISSN-P: 8(1): 20-40

Brizendine. 2006. Female Brain. Jakarta: Ufuk Press.

Rosari, S. 2006. Hubungan antara Budaya Perusahaan terhadap Pengembangan Karir pada Karyawan PT. Bank Mandiri Tbk. Yogyakarta.

Hartanti. 2002. Peran Sense of Humor dan Dukungan Sosial Pada Tingkat Depresi Penderita Dewasa Pasca Stroke. Anima: Indonesian Psychological Journal, Vol. 17, No.2; 107-119.

Wibowo. 2012. Manajemen Kinerja. Jakarta: raja Grafindo Persada.

Rosari, S. 2006. Hubungan antara Budaya Perusahaan terhadap Pengembangan Karir pada Karyawan PT. Bank Mandiri Tbk. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.32672/makma.v3i1.1483

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 jeacquelyne panorama perwiraningsih

Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)

INDEXING & ABSTRACTING