PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KOTORAN KUKU PEMULUNG DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH

Agus Widodo, Kartika Ikawati

Abstract


Kebiasaan buruk pemulung yang tidak mengindahkan pengelolaan sampah dan kebersihan diri mengakibatkan  bakteri  dan  parasit khususnya Soil Transmitted Helminths  dapat  dengan mudah menginfeksi. Soil Transmitted Helminths  terdiri dari: Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Ancilostoma duodenale, Trichuris trichiura, dan Strongiloides stercoralis. Pemulung sangat rentan terinfeksi telur  Soil Transmitted Helminths tersebut.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya infeksi Soil Transmitted Helmiths pada  kotoran  kuku  pemulung  di Tempat  Pembuangan  Akhir  (TPA) Sampah Jatibarang Kecamatan Semarang Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel sebanyak 67 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Sebagai obyek penelitian adalah kuku pemulung yang diperiksa dengan metode Pengapungan NaCl jenuh.  Prinsip  dari metode ini yaitu mengapungkan parasit yang ada di kuku dengan pelarut yang berat jenisnya lebih tinggi dari berat jenis parasit.  Dengan pelarut NaCl jenuh, maka parasit akan terapung. Berdasarkan  pemeriksaan  dari 64 sampel (37 perempuan dan 30 laki-laki) didapatkan hasil positif A.lumbricoides 7 orang (10,5 %), Cacing tambang 0 (0 %),   T.trichiura 5 orang (7,4 %), dan S.stercoralis 0 (0 %). Pada kasus infeksi ganda didapatkan hasil 1 orang wanita (2,7 %) terkontamisasi A. Lumbricoides dan T. Trichiura , dan 1 orang  laki-laki (3,3 %) terkontamisasi A. Lumbricoides dan T. Trichiura. Semarang.


Keywords


Kuku, Pemulung, Soil Transmitted Helminths.

Full Text:

PDF

References


Slamet, J.S. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta: (2004)

Soedarto. Helmintologi kedokteran. EGC, Jakarta : (1992)

Fauziah, "Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Ascariasis, Trichuriasis dan Anchylostomiasis Pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Antang”. Skripsi. FKM Unhas, Makassar: ( 2006)

Ikawati, K., Rahadi, W., Ariani, L., & Adi, M. S. (2016). Hubungan perilaku hidup bersih dan sanitasi lingkungan terhadap kecacingan pada pemulung. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 5(1).

Depkes RI. (Pedoman Pengendalian Kecacingan. 2006).Diunduh dari: http://www.depkes.go.id

Siswanto, Hadi. Pendidikan Kesehatan Anak UsiaDini. Pustaka Rihana, Yogyakarta: (2010).

Sutanto, Inge, dkk . Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta: (2015)

Anuar, T.S, F. M, & Moktar, N. Faktor Resiko Kecacingan Terkait dengan Tanah, Int J Sci Rep.4 : Malaysia: (2014).

Cromton, DW. Ascaris and Ascariasis parasitology, (2001).48, pp. 285-375. https://www.alodokter.com/ascariasis

Dly Zukhriadi,R,R.. Hubungan Personal Higiene Perorangan Siswa Dengan Infeksi Kecacingan Anak SD Negeri Di Kecamatan Sibolga Kota. Pasca Sarjana USU. Medan: (2008)

Mubarak Wahid I, Ilmu Kesehatan Masyarakat Teori dan Aplikasi, Salemba Medika, Jakarta : (2009).

Notoatmodjo Soekidjo,.Pengantar Pendidikan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Andi Offset, Yogyakarta : (2007)

Brown Harold W. Dasar Parasitologi Klinik, Ed ke-III, PT Gramedia, Jakarta :. (2011).

Soedarto,Buku Ajar Parasitologi, Sagung Seto, Jakarta : (2011).




DOI: https://doi.org/10.32672/makma.v2i2.1303

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Agus Widodo, Kartika Ikawati

Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)

INDEXING & ABSTRACTING