ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Ika Muthya Anggraini

Abstract


Penyakit berbasis lingkungan dapat berasal dari lingkungan sekolah yang tidak sehat[R1] [A2] . Peningkatan status kesehatan masyarakat dilakukan pada semua kontinum siklus kehidupan, satu di antaranya pada usia anak sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman siswa sekolah dasar terhadap kesehatan lingkungan sekolah yang dibina oleh Puskesmas Wilayah Kerja Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Analisis tingkat pemahaman siswa diketahui melalui metode survei menggunakan 20 butir soal tes pilihan berganda berdasarkan empat faktor, yaitu tingkat ekologi sekolah, lingkungan kelas, kantin, dan perilaku sehat dalam tingkat individu. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Tenik Penilaian menggunakan penilaian acuan norma dengan mengacu pada kategori skala lima. Hasil perhitungan menunjukkan tingkat pemahaman siswa sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam tentang kesehatan lingkungan sekolah termasuk dalam kategori sedang, yaitu berada pada interval 64,565-81,505 dengan nilai rata-rata 73,04. Pemahaman siswa akan meningkat lebih baik tidak hanya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, namun juga harus didukung dengan infrastruktur sanitasi sekolah yang baik dan kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah untuk mewujudkan upaya pendidikan kesehatan yang berkualitas. 


Keywords


kesehatan lingkungan sekolah, siswa sekolah dasar

References


Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Sulastri, Ketut, dkk. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Anak Sekolah tentang Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar Negeri Wilayah Puskesmas Selemadeg Timur II. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 no.1 hal. 99-106.

Genera. 2015. Prihatinnya Kesehatan Negeri Ini. Persma Faperta UNPAD. ISSUE: Edisi XIII. November 2015

Kesling.2018.Laporan Tahunan Data Penyakit Berbasis Lingkungan Tahun 2017 dan 2018. Puskesmas Wilayah Kerja Sungai Raya Dalam.

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Sugiyono. 2010.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Irianto, K. 2014. Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular Panduan Klinis. Bandung: Alfabeta.

Sumiyati, Roro. 2015. Tingkat Pemahaman tentang Kesehatan Lingkungan Sekolah pada Siswa Kelas IV dan V SD Negeri Kembang Malang, Panjatan Kulon Progo DIY. Universitas Negeri Yogyakarta : Tugas Akhir Fakultas Ilmu Keolahragaan.

Adams, R.J. et al. 2009. Health Literacy: a New Concept for General Practice? Australian Family Physician, 38 (3), 144-147.

Utomo, Budi, dkk. 2018. Wayang Suluh Sebagai Media Pembelajaran Sejarah di SMA. Jurnla Paramita. Vol. 28. No. 1

Lubis, Zul Salasa Akbar, dkk. 2013. Pengaruh Penyuluhan Dengan Metode Ceramah Dan Diskusi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Anak tentang PHBS Di Sekolah Dasar Negeri 065014 Kelurahan Namogajah Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2013. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.Purnami, Wahyuni. Tanpa tahun. Kesadaraan Ekologis Di Lingkungan Sekolah Dasar. Flores: Prodi PGSD STKIP Santu Paulus.

Sanjaya, Wina. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Media Group.

Syaifurahman., dan Ujiati, Tri. Manajemen Dalam Pembelajaran. 2013. Jakarta: Indeks.

Geffner, D., Lucker, J.R., & Koch, W. (1996). Evaluation of auditory discrimination in children with ADD and without ADD. Child Psychiatry and Human Development, 26, 169–180

Justian, Alex. 2012. Analisis Pengaruh Kebisingan Terhadap Performa Siswa Sekolah Dasar di Ruang Kelas. Skripsi. Depok: Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Afif, Dzaky Haidar. 2015. Bahan Pengawet Pada Jajanan Anak Sekolah Di Perkotaan Dan Pinggiran Kota Di Sukoharjo. Skripsi. Surakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Puspitasari, R.L. 2013. Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi. Vol. 2, No.1.

Anita N. 2002. Mutu Mikrobiologis Minuman Jajanan Kantin Di Tiga Sekolah Wilayah Bogor. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Michael, J. P., Jr. 1988. Dasar- dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Ningsih, Riyan. 2014. Penyuluhan Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman, serta Kualitas Makanan yang Dijajakan Pedagang Di Lingkungan SDN Kota Samarinda.Unnes: Jurnal Kesehatan Masyarakat, KEMAS 10 (1) (2014) 64 – 72.

Umar, Zaidina. 2008. Perilaku Cuci Tangan Sebelum Makan dan Kecacingan pada Murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Jurnal FKM UI: KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 2, No. 6, Juni 2008.Aeni, 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Pemutaran Video Tentang PHBS Cuci Tangan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap. Jurnal STIKES Kendal: Vol 7 No 2 (2015): September.

Ambarwati, dkk. 2014. Media Leaflet, Video dan Pengetahuan Siswa SD tentang Bahaya Merokok. Unnes: Kemas 10 (1) (2014) 7-13.




DOI: https://doi.org/10.32672/makma.v2i3.1407

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ika Muthya Anggraini

Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)

INDEXING & ABSTRACTING