FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEGEMUKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDA ACEH

Agus Hendra Al Rahmad

Abstract


Kegemukan merupakan masalah kesehatan terbesar di Dunia khususnya dengan kelompok usia muda. Asupan energi dan lemak yang berlebihan secara kronis akan menimbulkan kenaikan berat badan, diantaranya gemuk dan obesitas. Selanjutnya pengeluaran energi akan meningkatkan keseimbangan energi dan kondisi fisik yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh asupan energi, lemak dan sedentari dengan terjadinya kegemukan pada anak sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan case control study. Sampel merupakan anak sekolah dasar terdiri 38 siswa gemuk (kasus) dan 38 siswa normal (kontrol).Variabel penelitian terdiri dari asupan energi, asupan lemak dan aktivitas sedentary serta kegemukan. Data asupan energi dan lemak dikumpulkan melalui recall 24 jam, sedentary dikumpulkan dengan kuesioner GPAQ, data kegemukan menggunakan IMT/U. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan energi  (p= 0,112) dan asupan lemak (p= 0,787) dengan terjadinya kegemukan pada anak SD. Sedangkan sedentary mempunyai pengaruh signifikan (p= 0,021) dengan kejadian kegemukan pada anak SD. Kesimpulan, kegemukan pada anak sekolah dasar tidak dipengaruh oleh asupan makanan baik asupan energi maupun asupan lemak, namun faktor sedentarilah yang berpengaruh terhadap kejadian kegemukan pada anak SD. Saran, perlu promosi kesehatan seperti pola makan sehat, aktifitas fisik, dan konsumsi sayur buah. Memperbanyak aktifitas fisik dalam upaya meningkatkan kesahatan dan gizi yang optimal.


Keywords


Asupan energi, asupan lemak, sedentari, kegemukan

References


Siagian A, Sudaryati E. Hubungan Pendapatan Orang Tua, Aktivitas Fisik dan Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan dengan Obesitas pada Anak Sekolah Dasar N 1 Bengkalis Tahun 2017. 2018.

WHO. Obesity and overweight. Facts about overweight and obesity. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight. Published 2016.

Hadi H. Beban ganda masalah gizi dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan kesehatan nasional. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. 2005.

Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas Tahun 2018. Jakarta; 2018.

Kemenkes RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. 1st ed. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat; 2017.

Al Rahmad AH. Asupan Serat dan Makanan Jajanan Sebagai Faktor Resiko Obesitas pada Anak di Kota Banda Aceh. Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA). 2018;1(2):1-8.

Prihatini S, Jahari AB. Faktor risiko kegemukan pada anak sekolah usia 6-18 tahun di DKI Jakarta. Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research). 2007;30(1):32-40.

Al Rahmad AH. Sedentari Sebagai Faktor Kelebihan Berat Badan Remaja. Jurnal Vokasi Kesehatan. 2019;5(1):16-21. doi:https://doi.org/10.30602/jvk.v5i1.163.

Miko A, Al-Rahmad AH. Hubungan Berat dan Tinggi Badan Orang Tua dengan Status Gizi Balita di Kabupaten Aceh Besar. Gizi Indonesia. 2017;40(1):21-34.

Miko A, Pratiwi M. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2017;2(1):1-5. doi:http://dx.doi.org/10.30867/action.v2i1.29.

Junaidi J, Noviyanda N. Kebiasaan Konsumsi Fast Food terhadap Obesitas pada Anak Sekolah Dasar Banda Aceh. Aceh Nutrition Journal. 2016;1(2):78-82. doi:http://dx.doi.org/10.30867/action.v1i2.14.

Shehu RA, Abdullahi AA, Adekeye DS. Sedentary lifestyle and wellness in Kaduna state, Nigeria. Studies on Ethno-Medicine. 2010;4(1):15-19.

Octari C, Liputo NI, Edison E. Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2014;3(2):131-135.

Lameshow S, Hosmer DW, Klar J, Lwanga SK. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan. (Pramono D, Kusnanto H, eds.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1997.

Sartika RAD. Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehatan. 2011;15(1):37-43.

Musadat A. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegemukan Pada Anak Usia 6-14 Tahun di Provinsi Sumatra Selatan. 2010.

Paramitha AI. Hubungan Pola Makan Anak, Aktivitas Fisik Anak, dan Status Ekonomi Orang Tua Dengan Obesitas Anak di Sekolah Dasar Kecamatan Pontianak Selatan. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura. 2013;3(1).

Fadila I. Relasi Perilaku Sedentari, Gizi Lebih, dan Produktivitas Kerja Masyarakat Perkotaan. 2016. http://repository.ut.ac.id/id/eprint/7087.

Setya Andika Pribadi P. Hubungan antara aktivitas sedentari dengan status gizi siswa kelas X MAN Kota Mojokerto. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 2018;6(2):327-330. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/23771.

Al Rahmad AH. Keterkaitan Asupan Makanan dan Sedentari dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Da sar di Kota Banda Aceh. Buletin Penelitian Kesehatan. 2019;47(1):67-76. doi:https://doi.org/10.22435/bpk.v47i1.579.

Lazzeri G, Azzolini E, Pammolli A, De Wet DR, Giacchi M V. Correlation between physical activity and sedentary behavior with healthy and unhealthy behaviors in Italy and Tuscan region: a cross sectional study. Journal of preventive medicine and hygiene. 2013;54(1):41.

WHO. Global Recommen-Dations on Physical Activity for Health. Geneva, Swiss: World Health Organization; 2010.




DOI: https://doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Agus Hendra Al Rahmad

Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)

INDEXING & ABSTRACTING