The Effect of Use of Red Dragon Leather Skin Extract and Long Storage to Water Content, Total Microby and Organoleptic Test Wet Noodle

Chairuni AR, Teungku Mia Rahmiyati, Zikrillah Zikrillah

Abstract


Noodle products are generally used as an energy source because they have high enough carbohydrates. Wet noodles are raw noodles which before being marketed experience boiling process in boiling water, with water content around 35% and after boiling the water content increases to 52%. Relatively high water content results in a short shelf life and generally wet noodles have a shelf life of 36 hours at room temperature. Red dragon fruit skin contains high enough fiber and natural antioxidants namely β-carotene, as well as betasianin natural dyes. The antioxidant content of β-carotene in red dragon fruit skin which prolongs the shelf life of wet noodles, because antioxidants can protect cells from damage caused by unstable molecules known as free radicals. The purpose of this study was to determine the interaction of the effect of the use of red dragon fruit skin extract and storage time on moisture content, microbial total and organoleptic tests of wet noodles. The research method is by observing the water content, microbial total and organoleptic test of wet noodles. The results of this study are where the analysis of water content with an average of 55.24%. The results of microbial total analysis with an average of 1008,667 x 10 3. Whereas the results of the organoleptic analysis of the color of wet noodles with an average value of 3.90 (likes) and organoleptic tests of texture of wet noodles with an average value of 3.75 (likes).

Keywords


wet noodles, skin extract, red dragon fruit, long storage.

Full Text:

PDF 43-51

References


Andarwulan, N, Kusnandar, F, Herawati, D. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.

Anonymous. 2007. Hylocereus polyrhizus Buah Naga. Jabatan Pertanian Sabah. Unit Perkhidmatan Pengembangan Pertanian .Pejabat Pertanian Tawau.

Apriyantono, A, Dedi Fardiaz, Ni Luh Puspitasari, Sedarnawati, Slamet Budiyanto. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. IPB.

Astawan, Made. 1999. Membuat mie dan Bihun. Jakarta: Penebar Swadaya.

Badan Ketahanan Pangan, 2010. Pedoman penyusunan Pola Pangan harapan (PPH)

Cahyono, B. 2009. Sukses Bertanam Buah Naga. Pustaka Mina, Jakarta.

Chamdani. 2005. Pemilihan Bahan Pengawet yang Sesuai pada Produk Mie Basah. (Skripsi). Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.Bogor.

Citramukti, I. 2008. Ekstraksi dan uji Kualitas pigmen antosianin pada kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis.). Skripsi. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Dwita .O, Devi .R, Desy Z.A. 2012. Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus sp.) Sebagai Pewarna dan Pengawet Alami Mie Basah. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia.

Fardiaz dan Srikandi. 1992. Pencemaran Air dan Udara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Fu, B.X. 2008. Asian Noodles: History, Classification, Raw Materials, and Processing. Food Res. Int.

Handayani, A.P dan A. Rahmawati. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Dragon Fruit) Sebagai Pewarna Alami Makanan Pengganti Pewarna Sintesis. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. Vol 1: 19-24.

Hariyanti, R.D. 2006. Formulasi Mie Basah yang Aman. Artikel Publikasi. www. pikiran-rakyat.com.

Herawati, N. 2013. Pembuatan Minuman Fungsional Berbasis Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Dan Buah Salam (Syzygium Polyanthum wigh walp).Minuman Fungsional Berbasis Herbal. AGROTEK Vol.6, No. 1, 2012:407-50 .

Hidayat, N dan Elfi A.S 2006. Membuat Pewarna Alami. Penerbit Trubus Agrisarana, Surabaya.

Hoseney, R. C. 1998. Principles Cereal Science and Technology. Second Edition. American Association of Cereal Chemists, Inc. St. Paul. Minnesota. USA.

Idawati, N. 2012. Budidaya Buah Naga Hitam. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.

Imansyah, B. 2006. Ancaman dari Meja Makan. Artikel Publikasi. www. pikiran-rakyat.com. dikunjungi 05 April 2018.

Indrawan, I. 2005. Survai Manufaktur dalam rangka Meningkatkan Kualitas Mie Basah di Jabotabek. Skripsi. FATETA, IPB. Bogor.

Jay, J.M. 2005. Modern Food Microbiology, Six Edition. Aspen Publisher, Inc. Gatherburg, Maryland

Jeuyanan, Victor. 2001. Substitusi Penggunaan Tepung Sukun Pada Pembuatan Mie Basah Kajian dari Aspek Mutu Fisik dan Kimia Mie Basah. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya.

Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Mie. eBookPangan.com. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2017.

Li Chen Wu, Hsiu-Wen Hsu, Yun-Chen Chen, Chih-Chung Chiu, Yu-In Lin and Annie Ho . 2005. Antioxidant And Antiproliferative Activities Of Red

Mahadianto, Nur. 2007. Budidaya Buah Naga (Dragon Fruit).http://agribisnis.deptan.go.id.

Pahrudin. 2006. Aplikasi bahan pengawet untuk memperpanjang umur simpan mie basah matang. Skripsi. Bogor: FTP IPB.

Panjuantiningrum, Feranose. 2009. Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizuz) Terhadap Kadar Glukosa Darah. Skripsi ,Universitas Sebelas Maret. [Diakses pada tanggal 23 Februari 2014

Rampengan, V.J.P dan Sembel .D.T. 1985.Dasar-dasar Pengawasan Mutu Pangan. Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, Ujung Pandang.

Ramziah, 2004.Teknologi Pengawetan Pangan. UI Press, Jakarta.

Rekna. W dan Matheus .N. 2014. Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Super Merahterhadap Produk Mie Kering. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 15 No. 2 [Agustus 2014] 93-102.

Rochimah dan Riny, 2003.Aneka Hidangan Dari Mie. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rustandi, D. 2011. Powerful UKM: Produksi Mie. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Solo. 124 Hal.

Saneto, B. 2005. Karakterisasi Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus.). Jurnal Agarika. Vol 2: 143-149.

Standar Nasional Indonesia, 1992. Standar mutu mie basah (SNI-01-2987-1992).Dewan Standarisasi Indonesia, Jakarta

Sudarmadji dan Suhardi, B. 2003. Prosedur Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.

Sundari, D., Almasyhuri dan A. Lamid. 2015. Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbang

Suryono. 2008. Pengawasan Mutu Bahan/Produk Pangan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta

Sutomo, B. 2008. Sukses Wirausaha Kue Kering. Kriya Pustaka. Jakarta

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Wulandari. 2012. Studi Pembuatan Mie Kering dengan penambahanpasta Ubi Jalar (Ipomoea Batatas),Pasta Kacang Tunggakdan Pasta Tempe Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata, L) . Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.




DOI: http://dx.doi.org/10.32672/sjat.v1i1.1131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Chairuni AR

Serambi Journal of Agricultural Tehnology (SJAT)

Organized by Faculty of Agricultural Technology

Published by Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia

Website: http://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/sjat

E-mail: sjat@serambimekkah.ac.id

 Creative Commons License

SJAT is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.