Identifikasi Escherichia coli pada Es Dawet di Kota Banda Aceh

Husna Husna

Abstract


Es dawet merupakan salah satu minuman jajanan tradisional Jawa Barat yang mulai dikenal oleh masyarakat Aceh. Tempat penjualan yang tidak memenuhi syarat beresiko terkontaminasi bakteri Escherichiacoli yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan teknik accidental sampling menggunakan tiga sampel dari pedagang es dawet yang berjualan di jalan Pocut Baren dan Teuku Nyak Arif. Keberadaan Escherichia coli ditentukan dengan metode Most Probable Number (MPN) yang terdiri dari presumtive test (uji penduga), confirmed test (konfirmasi) dan completed test (pelengkap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa es dawet yang dijual di Banda Aceh positif terkontaminasi Escherichia coli. Keberadaan Escherechia coli dibuktikan dengan terbentuknya gas dan larutan yang keruh pada uji penduga dan konfirmasi serta terbentuknya kilap hijau metalik pada uji pelengkap. Es Dawet yang dijual di kota Banda Aceh tidak memenuhi syarat mikrobiologi. Pemerintah perlu melakukan sosialisai tentang proses produksi makanan yang hygiene serta pemeriksaan mikrobiologis untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kata kunci : Es dawet, Escherichia coli

Full Text:

PDF

References


Aditia. M, dan Muthiadin. C. (2013). Uji Kualitas Mikrobiologis Pada MakananJajanan di Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. 3(2) :119-123

Ariefiansyah, M.N., Suharti, N. Anas, E. (2015)Identifikasi Bakteri Coliform yang Terdapat pada Minuman Es Teh di Rumah Makan Tepi Laut Purus Padang

Barat. Jurnal Kesehatan Andalas.; 4(3)

BPOM RI. (2009). Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011. Jakarta.

Djasmi, D.O., Rasyid, R., Anas, E.,(2015). Uji Bakteriologis pada Minuman Air Tebu yang Dijual di Pinggiran Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang. Jurnal KesehatanAndalas; 4(3).

Fatimah, S.,Prasetyaningsih, dan Y. Sari.(2017). Analisis Coliform pada minuman es dawetyang dijual di Malioboro Yogyakarta.

FKUI. (2010). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Jakarta : Binarupa Aksara Publisher, Jakarta.

Fletcher. S.M.,1 Mary-Louise McLaws. M.L., and Ellis. J.T. (2013). Prevalence of gastrointestinal pathogens in developed and developing countries: systematic review and meta-analysis. Journal of Public Health Research .

Hwang, C-A., A. C.S. Porto-Fett, V.K. Juneja, S.C. Ingham, B.H. Ingham, and J.B. Luchansky. (2009). Modeling the survival os Escherichia coli o157:H7, Listeria monocytogenes, and Salmonella Typhimurium during fermentation, drying, and storage of soudjouk-style fermented sausage. Int. J. Food Microbiol. 129:244-252.

Ingham, S.C., G. Searls, and R. Buege. (2006). Inhibition of Salmonella serovars, Eschericia coli O157:H7 and Listeria monocytogenes during dry-curing and drying of meat: a case study with Basturma. J. Food Safety 26:160-172.

Kagambega, A., K. Haukka, A. Siitonen, A.S. Traore, and N. Barro. (2011). Prevalence of Salmonella enterica and the hygienic indicator Escherichia coli in raw me at markets in Ouagadougou, Burkina Faso. J. Food Prot. 74(9):1547-1551.

Kasim, K. P., Setiani,O. W, dan Nur Endah. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Cemaran Mikroba dalam Air Minum IsiUlang pada Depot Air Minum Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia .13(2):39-44

Kundu, D., A. Gill, C. Lui, N. Goswami, and R. Holley. (2014). Use of low dose e-beam irradiation to reduce E. coli O157:H7, non-O157 (VTEC) E. coli and Salmonella viability on meat surfaces. Meat Science 96:413-418.

Naidoo, K. and D. Lindsay. (2010). Potential cross-contamination of the ready-to-eat dried meat product, Biltong. British Food Journal. 112 (4): 350-363.

Ritonga, R., Marsaulina, I., Chahaya, I. (2013).Analisis Escherichia coli dan higiene sanitasi pada minuman es teh yang dijual di pajak KaronaJamin Ginting Kecamatan Medan Baru.

Sekedang, MPS,. Manaf, Z.H., Darmawi, F.Jamin, M. Abrar dan Razali. (2016). Kontaminasi bakteri koliform pada air minum isi ulang di desa Ilie Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh.Jurnal Medika Veterinaria Vol. 10 No. 1.

Susanna. D, Indrawani. D.M., Zakianis. (2010). Kontaminasi Bakteri Escherichia coli pada Makanan Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Margonda Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional 5(3).

Siregar, N. (2012). Uji Most Probable Number (MPN) Bakteri Coliform danidentifikasi Escherichia Coli pada minuman air tebu yang dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar Jln A. H Nasution (Asrama Haji) Medan.Skripsi FakultasKedokteran UniversitasSumateraUtara.

Ubaidillah. (2016). Fakator Produksi yang berhubungan dengan kontaminasi coliform pada jajanan es dawet di kecamatan banguntapan Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesehatan dan Keperawatan Surya Medika. 11: 33-47.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.