PERANAN PEDAMPING WILAYAH DALAM PENINGKATAN KETRAMPILAN KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN SUPERVISI PEMBELAJARAN

Zainuddin Zainuddin

Abstract


Rendahnya kompetensi kepala sekolah dalam mengindentifikasi berbagai masalah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran merupakan suatu masalah. Faktor penyebabnya adalah kepala sekolah tidak pernah terlibat langsung dalam pembelajaran di kelas, rendahnya kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, lemahnya kemampuan guru mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan tuntutan materi dan kebutuhan siswa, dan rendahnya kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menyenangkan siswa belajar. Jumlah kepala sekolah binaan adalah 13 orang kepala SD. Penelitian yang dilaksanakan selama 3 bulan sejak Januari – Maret 2018, dalam 2 siklus, dengan prosedure perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Memperoleh hasil meningkatnya ketrampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran dengan melakukan pembinaan, pembekalan dan dorongan agar kepala sekolah rutin melaksanakan supervisi pembelajaran di sekolah. Melalui pendampingan dapat meningkatkan ketrampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran. Usaha meningkatkan ketrampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran memperoleh hasil yaitu pra siklus 1 nilai 65,45 pada katagori sedang (C), siklus 1 nilai 70,89 dengan katagori sedang (C), dan siklus 2 dengan nilai 80,08 dalam katagori baik (B).

Keywords


Supervisi, Pembelajaran dan Pendampingan

Full Text:

PDF

References


• Danim, Sudarwan (2002).Inovasi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

• Depdikbud RI. (1995-1996). Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP SD. Jakarta : Depdikbud.

• Direktorat Tenaga Kependidikan, Dirjen PMPTK Depdiknas ,(2007),Petunjuk Teknis Penelitian Tindakan Sekolah, Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD,Jakarta.

• ______(2007) Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Pada Kegiatan Pengembangan Propesi Guru. .Direktorat Tenaga Kependidikan.

• ---------- PermennegPAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009. Jakarta : Depdikbud.

• Luthan, Yusmarni. (2000). Studi Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Mengajar Advance Organizer di SD. Tesis tidak dipublikasikan. Padang: PPS UNP Padang.

• Muhaimin (2004). Penilaian Kinerja Guru. Bandung: Penerbit kaifa.

• Munandar, utami. (1999). Kreativitas dan Keberkatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

• Pahyono, (2004). Tiori Belajar. Jakarta:Dirjendikdasmen.

• Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

• Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

• Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

• Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.

• Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Intidan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

• Sumatmadja, Nursid. (1996). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. Edisi Kedua, IKIP Bandung.

• Suryadi, Ace & H.A.R. Tilar (1992) Analisis Kebijakan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

• Suryasubrata. (2002). Psikologi Pendidikan. CV. Rajawali, Jakarta.

• Suwarno Al-Muchtar. (1991). Pengembangan Kemampuan Berfikir dan Nilai dalam Pendidikan IPS (Suatu Studi Budaya Pendidikan). Disertasi tidak dipublikasikan. Bandung: PPs IKIP Bandung.

• Uzer Usman (2000). Belajar. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

• Wijaya dan Rusyan, (2004). Guru Profesional. Jakarta : Rajawali




DOI: http://dx.doi.org/10.32672/si.v30i2.759

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



Supported by :