USAHA GURU DALAM MENANAMKAN EMPATHY PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI UNGGUL SIMPANG TIGA ACEH BESAR

Awaluddin Awaluddin, Ruslan Ruslan, Jasimah Jasimah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha, hambatan dan solusi yang dilakukan
guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga Aceh
Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semiterstruktur. Subjek
yang akan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 11 orang dan guru/pelatih kegiatan
ekstrakurikuler sebanyak 3 orang. Selanjutnya seluruh data yang diperoleh diolah dengan tahapan
analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah
Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga adalah dengan; (1) menjadi contoh teladan bagi siswa, (2)
selalu memberi nasehat, pengertian dan pengarahan kepada siswa, (3) bercerita tentang empati,
(4) memperhatikan penggunaan kata saat menegur anak, (5) pembiasaan, (6) selalu mengajarkan
kerja sama, (7) pengalaman langsung, (8) mengaitkannya dengan agama, (9) mengajarkan siswa
untuk memahami dan peka terhadap perasaan temannya, dan (10) menempatkan diri anak sebagai
orang yang tertimpa musibah. Adapun faktor yang menghambat penanaman empati ini yaitu;
ketidakpedulian anak atau bisa disebut dengan anak yang masih memiliki sikap egosentris, anakanak

yang suka mengganggu teman dan merusak barang teman, anak broken home atau yang
berpisah dari ayahnya, dan anak-anak yang susah diminta untuk membantu temannya.Guru
berusaha untuk mengatasi hambatantersebut dengan selalu memberikan arahan kepada anak yang
tidak mau membantu sesama, bekerja sama dan selalu menganggu temannya dan guru juga
berusaha untuk mengkomunikasikan permasalahan anak kepada orang tua murid serta
memberikan sanksi-sanksi yang sudah disepakati pada anak yang melanggar peraturan. Adapun
kesimpulannya yaitu empathy yang dimiliki siswa SDN Unggul Simpang Tiga sudah sangat baik
karena adanya usaha yang dilakukan guru kelas maupun guru/pelatih kegiatan ekstrakurikuler
dalam menanamkan empathy ini. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih meningkatkan lagi
penanaman moral pada anak.


Full Text:

PDF

References


Borba, Michele. 2008. MembangunKecerdasan Moral.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Budiningsih, Asri. 2008. Pembelajaran Moral Berpijak pada Karakteristik

Siswa dan Budayanya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Coles, Robert. 2000. Menumbuhkan Kecerdasan Moral pada Anak.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003.Undang-Undang Nomor 20 Tahun

, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Depdiknas.

Destiyana, Ela. 2016. ”Upaya Meningkatkan Sikap Empati Melalui Metode

Storytelling pada Siswa Sd Negeri Caturtunggal 3 Depok”, (Online),

(http://journals.student.uny.ac.id/.,diakses pada 31 januari 2017).

Goleman, Daniel. 2007. Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hasbullah. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Lickona, Thomas. 2012. Mendidik untuk Membentuk Karakter Bagaimana

Sekolah dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan

Tanggung Jawab.Jakarta: PT BumiAksara.

Muhtadi, Ali. 2008. ”Pengembangan Empati Anak Sebagai Dasar Pendidikan Moral”, (Online), (http://staff.uny.ac.id/., diakses pada 1

februari 2017).

Nurhasanah, Nina. 2012. MeningkatkanEmpati Siswa Sebagai Bagian Dari

Kecerdasan Moral melalui Pembelajaran Tematik dalam Mata Pelajaran PKn Di Kelas 1 SD Laboratorium PGSD FIP UNJ. Jurnalilmiah PGSD, (Online), Vol IV,No. 1, (http://journal.ilmiahPGSD.com/.,

sdiakses 7 februari 2017).

Santrock, Jhon w.. 2007. Perkembangan anak, edisi ketujuh, jilid dua. Penerbit Erlangga.

Sugiyono. 2013.Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.