PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN SISTEM PENCERNAAN

Nurul Akmal

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui
penggunaan pendekatan active learning pada materi sistem pencernaan di SMA Negeri 6 Banda
Aceh. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan sampel 47 orang siswa yang terdiri dari
kelas ekperimen berjumlah 24 orang dan kelas kontrol berjumlah 23 orang . Analisis data untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Analisi data
untuk berpikir kritis menggunakan rumus persentase. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil
penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat melalui proses kegiatan
praktikum sistem pencernaan dengan menggunakan pendekatan active learning terjadi dengan
persentasenya sebesar 67,34 % (Kategori Baik).


Full Text:

PDF

References


Abdul. 2003. Kamus Biologi.Yogyakarta: Panji Pustaka.

Abdulhak, I. 2006. Rancang Bangun Konsep Teknologi Pendidikan. Disampaikan pada Workshop Pengembangan Teknologi Pendidikan. Program Studi Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Alamsjah, M. 2004. Ichthiyologi Sistematika (Ichthyologi – I). Proyek Peningkatan dan Pengembangan Perguruan Tinggi, IPB.

Amin, M. 1994. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Metode

Discovery and Inquiry. Jakarta: Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan.

Anita Lie, 2005. Cooperative Learning. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo.

Arikunto, S. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Barrington, E. 2004. Teaching to Student Diversity in Higher Education: How Multiple Intelligence Theory Can Help. Teaching in Higher Education.

(4):21-434.

Bonwell,C.C dan Eison. J.A. 2005. Active Learning: Creating in The Classroom Ericdigest.

Campbell, A.N., Reece, B.J., & Mitchell, G.L. 2008. Biologi, Terjemahan.

Jakarta: Erlangga.

Cheng, K. K,. Tahacker, B. A,. and Cardenas, R. L. 2004. Using online Homework System Enhances Student Learning of Physics Consepts in An Introductory Physics Cours. American Journal of Physics. 72 (11): 1447-1453.

Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. 2003. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Dimyati 2001. Dilema Pendidikan Ilmu Pengetahuan. Cet.1. Malang: Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia Cabang Malang Bekerja

Sama denga prodi tep PPS Universitas Negeri Malang.

Djarubito. 2000. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.

Ennis, R.H. 1985. ―Goals for a Critical Thinking Curriculum‖. In Costa, A.L (ed). Developing Mind: A Resource Book for Teaching Thingking. Virginia: ASDC Alexandria.

E. Maretasari, B. Subali, Hartono. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Laboratorium Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Ilmiah Siswa. Unnes Physics Education Journal, 1(2) : 28 – 31.

Fatah. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang Press.

Guntur, M. 2004. Efektivitas Model Pembelajaran Latihan Inquiri Dalam

Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Konsep Ekologi Siswa

Kelas I SMU. Tesis S2 UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Halimatul, Supriyanti. 2006. Penerapan Model Hipotesis Deduktif pada

Praktikum Kinetika Enzim untuk Mengembangkan Keterampilan

Berpikir Kritis Mahasiswa. Prosiding dalam seminar nasional Pendidikan

IPA di UPI.

Haller, C.R, Gallagher, V.J, Weldon, T.L, Felder, R. M. 2000. Dynamics of Peer Education in Cooperative Learning Workgroups. Journal of Engineering Education . Vol. 89 No.3. 285 – 293.

Hasibun, M. 2004. Organisasi dan Motivasi Dasar peningkatan Produktifitas. Jakarta: Bumi Aksara. Inch,et al. 2000. Foundation For Critical Thinking. Virginia: ASDC Alexandria.

Jasin, Maskoeri. 2010. Zoologi Vertebrata. Jakarta: Sinar Wijaya.

Kimball, J.W. 2000. Biologi Edisi 5 Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Kobierska, H., Fiertak, M.T., & Grodzinska,

M.J. 2007. ―Attitude to Environmental Education in Poland‖. Journal of

Biology Education. 42(1), 12-18.

Koesmadji. 2004. Teknik labolatorium, Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA

Krech. D., Crutchiefld., R.S., & Ballachey, E. 1962. Individual in Society. A Textbook of Social Psychology. San Fransisco: Mc-Graw-Hill Book Company, Inc.

Kurniati, T. 2001. Pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses Sains Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Tesis S2 UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Kuswana, W. S. 2012. Taksonomi Kognitif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Liliasari. 2000. Pengembangan Model Pembelajaran Berdasarkan Konstruktivisme untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Makalah: Pusat Studi Komputer Sains IKIP Bandung: Tidak diterbitkan.

Metltzer, D. 2002. ―The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains In Physics‖ American Journal of Physics,

, 1259-1268.

Mueller, D.J. 1990. Mengukur Sikap Sosial. Bandung: Fisip Universitas Pasundan Press.

Olatunde, Y.P. 2009. Student Attitude Towards Mathematics and Academic Achievement in Some Selected Secondary Schools in Southwestern Nigeria. European Journal of Scientific Research, 36 (3) : 336-341.

Poejiadi. 2005. Pendidikan Sains dan Pembangunan Moral Bangsa. Bandung: Yayasan Cendrawasih.

Prokop, P., Tuncer, G., & Chuda, J. 2007. ―Slovakian Student Attitude Toward Biology‖. Eurasia Journal of Mathematic Science & Technology

Education, 3(4), 287-295.

Rusdi, Hanumi Oktiyani. 2007. ‖Analisis Keterampilan berpikir Kritis Siswa

SMA kelas XI pada pembelajaran sistem koloid melalui metode praktikum dengan menggunakan bahan sehari-hari”, Bandung: UPI

Bandung

Ruseffendi, E.T. 1998. Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non

Eksakla Lainnya. Semarang:IKIP Semarang press.

Rustaman, N. dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi, Malang: UM Press.

Sanjaya ,W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Schafersman. 1991. An Introduction To Critical Thinking. Tersedia (On line) di http: www.freeinquiry.com/criticalthingking.html.

Diakses 10 November 2013) Scott Freeman, Eileen O., John W. Parks,

Matthew C. 2007. Prescribed Active Learning Increases Performance in

Introductory Biology. CBE—Life Sciences Education Vol. 6, 132–139.

Sriyono. 2003. Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, N. 2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV

Sinar Baru

Sugiono. 2006. Pemilihan Model-Model Pembelajaran Dan Penerapannya, Semarang: UNNES .

Sukamto, T., Saripuddin, U. 1997. Teori Belajar dan Model –model

Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.

Sukmadinata. 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Suparni. 2007. Meningkatkan kemampuan Pemahaman Siswa dalam mata Pelajaran Fisiska melalui metode Eksperimen pada siswa kelas 9c

Semester 2 SMP Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaran 2006/2007‖, Jurnal

Widyatama Vol 4 No 3.

Surtiana. 2002. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Rangkaian Listrik Arus Searah Melalui Kegiatan Laboratorium. Tesis SPS UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Silberman, Melvin. L 2004. Active Learning : 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Bandung: Nusa Media.

Weikat. 1997. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

Yasar, S. & Anagun, S.S. 2009. Reliability and Validity Studies of the Scienceand Technology Course Scientific Attitude Scale. Journal of Turkish Science Education, 6 (2) : 43-54.

Yenice,N. & Saydam, G. 2010. 8 th Grade Students Science Attitudes and Views About Nature of Scientific Knowledge. Journal of Qafqaz University, 29 (1): 89.

Zaini, Hisyam. dkk. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta:

Institut Agama Negeri Sunan Kalijaga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.