PARTISIPASI KELUARGA NELAYAN DALAM PENINGKATAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR BANDA ACEH.

Fadhillah Fadhillah, Putry Julia, Nurhattati Fuad, Rugaiyah Rugaiyah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga nelayan dalam partisipasi
meningkatkan mutu layanan pendidikan di Sekolah Dasar Banda Aceh. Partisipasi keluarga
nelayan pada pendidikan formal juga dipengaruhi dari pengelolaan sumber daya keluarga
khususnya sumber daya pendidikan anak di sebuah keluarga nelayan. Sumber daya keluarga
merupakan modal yang harus dikelola dengan baik oleh seluruh anggota keluarga untuk mencapai
kesejahteraan keluarga. Sumber daya keluarga terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya
waktu, dan sumber daya materi. Melalui Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini
dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa di Sekolah Dasar di
wilayah pesisir Kota Banda Aceh. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah kelurga
dari Sekolah Dasar Negeri 01 dan Sekolah Dasar Negeri 02 teridiri dari 10 Kelurga yang tinggal
di dusun Teuku Tuan Lampulo kelurahan lampulo, kecamatan Kuta Alam . Data yang dikumpulkan
dalam penelitian ini berupa analisis peran keluarga nelayan terhadap pengelolaan sumber daya
keluarga khususnya sumber daya manusia yang berhubungan dengan pendidikan anak di sebuah
keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peran suami dan istri nelayan dalam mengelola sumber daya kelurga sangat
bervariasi. Ketiga sumber daya keluarga (manusia, waktu dan materi) saling mempengaruhi satu
dengan yang lainnya. Nelayan bekerja melaut mencari ikan selama jangka waktu tertentu,
sebagian besar istri di keluarga nelayan bekerja membantu dalam peningkatan pendapatan
keluarga dengan cara usaha industri rumah tangga (memotong ikan untuk bahan bakso, usaha
ikan keumamah, ikan asin), berjualan kelontong, membuat kue basah, menjadi buruh/pembantu,
penjahit, penjual ikan, pencari dan penjual tiram dan pegawai negeri sipil ( guru, tenaga
kesehatan, kantoran), dan sebagian kecil sebagai ibu rumah tangga tanpa melakukan pekerjaan
sampingan. Untuk peningkatan sumber daya manusia, anak-anak nelayan di sekolahkan di sekolah
formal dan informal ( Taman Pendidikan Alquran), bahkan ada yang dididik langsung oleh ibunya,
tetapi masih terdapat anak nelayan yang putus sekolah mulai dari Sekolah Tingkat Pertama
karena alasan ekonomi, selanjutnya anak-anak putus sekolah menjadi nelayan, dan kerja di TPI (
Tempat Pelelamgan Ikan). Dari segi sumber daya waktu, karena factor kesibukan melakukan
pekerjaan membantu suami menambah penghasilan keluarga sehingga berdampak pada
kurangnya waktu untuk peningkatan pendidikan dan pelatihan skill yang berhubungan dengan
kemaritiman, serta waktu orang tua yang fokus bekerja menghidupi keluarga tidak mempunyai
kesempatan untuk berpartisipasi dalam peningkatan mutu layanan pendidikan di Sekolah Formal.
Mereka mempercayai Sekolah Formal maupun informal untuk mendidik anak-anak mereka.
Kebutuhan rumah tangga nelayan dilihat dari pendapatan dan pengeluaran keluarga nelayan.
Rata-rata total pendapatan rumah tangga nelayan sebesar Rp 2.020.000,’per bulan sedangkan
rata-rata total pengeluaran rumah tangga nelayan adalah sebesar Rp 1.700.000,’per bulan.
Pendapatan rumah tangga nelayan diperolah dari gabungan pendapatan istri dan suami.
Pendapatan tertinggi sebesar Rp.3.130.000.


Full Text:

PDF

References


Isbandi, R. A. (2007) Perencanaan Partisipatoris Berbasis Aset Komunitas: dari Pemikiran Menuju Penerapan. Depok: FISIP UI Press.

Soelaiman, H. (1980) Partisipasi Sosial dalam Usaha Kesejahteraan Sosial.

Bandung.

Sukiman (2016) „Mengelola Sumber Daya Keluarga‟, in. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Available at: sahabatkeluarga@ kemendikbud.go.id.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.